PKM: Tiga Proposal, Dua Didanai, Satu yang Jalan

“Pengurangan satu per satu”

Tim PKM kami terdiri dari lima orang, yaitu: saya, Amanda, Rendy, ka Viska, dan ka Niche. Ini adalah pertama kalinya saya mengikuti PKM. Mungkin karena semangat kami sangat besar untuk dapat ikut berpartisipasi dalam program ini, kami tidak tanggung-tanggung langsung mengirimkan tiga proposal dalam bidang yang sama yaitu kewirausahaan. Pada akhirnya, saat pengumuman pendanaan proposal tiba, dua dari tiga proposal yang kami kirimkan didanai oleh Dikti. Judul proposal yang didanai yaitu “Ketupat Sayur “Corce” dengan Substitusi Jagung (Zea mays)sebagai Produk Diversifikasi Pangan” dan “Pemanfaatan Ampas Tepung Tapioka sebagai Bahan Dasar Pembuatan Obat Anti Nyamuk Bakar”. Sudah pasti kami merasa sangat senang.

Masuklah kami ke tahap pelaksanaan program. Kendala pun mulai muncul pada tahap ini. Satu dari dua proposal yang dianai yaitu tentang obat nyamuk terpaksa tidak kami jalankan karena ada masalah internal. Ketua kami mendadak tidak bisa untuk menjalankan program ini dan keluar dari tim.  Baiklah, meskipun tim kami tidak lagi lima orang, kami memutuskan untuk tetap menjalankan program kami yang lain yaitu tentang ketupat sayur. Selama kurang lebih lima bulan kami menjalankan program, mulai dari persiapan, produksi, hingga pemasaran.

Pada bulan kelima (bulan terakhir) kami masuk pada masa-masa sibuk pembuatan laporan akhir dan persiapan monev (monitoring dan evaluasi). Monev PKM dilakukan mulai dari tingkat departemen, fakultas, IPB, hingga tingkat Dikti. Pada tahap ini kami harus mempresentasikan mengenai sejauh mana program kami telah berjalan. Melalui laporan akhir dan presentasi inilah IPB dan Dikti menilai kinerja kami selam lima bulan pelaksanaan program.

Meskipun monev telah selesai, ketegangan masih menyelimuti kami. Tegang karena menunggu pengumuman hasil monev tingkat IPB dan Dikti. Harapan kami tentunya adalah dapat lolos ke tahap berikutnya yaitu PIMNAS, namun saat pengumunan tiba ternyata kami tidak lolos ke tahap berikutnya. Rasa sedih pasti ada, namun kami tetap menerimanya dengan rasa bangga. Rasa bangga karena dapat berpartisipasi aktif dalam program ini.

Mudah-mudahan tahun depan saya (entah dengan tim yang sama atau tidak) dapat lolos ke PIMNAS dan memperoleh emas. Amiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s